Monday, March 24, 2008

Kuis oh kuis ...

Tulisan gw kali ini muncul lantaran gw terusik dengan bertebarannya kuis2 yang menggunakan teknologi sms. Gw merasa semakin banyak aja, entah di tv, media cetak dan lain sebagainya. Semakin banyak, semakin bikin gw gatel bwat ngebahas.

Kuis yang gw omongin tu karakteristiknya yang kayak gini :
  • Menawarkan hadiah yang bikin ngiler
  • Pertanyaan yang mudah dijawab oleh kebanyakan orang, bahkan terkesan retoris
  • Prosedur keikutsertaan yang gampang (klo contoh kasusnya di atas cukup ngetikin reg spasi bla...bla.. ke nomor tertentu)
  • Adanya propaganda yang atraktif dari host ataupun content publikasinya (e.g. dengan meyakinkan bahwa lo berpeluang besar untuk menang)
Dan dari karakteristik di atas, entah kenapa gw jadi sedikit berprasangka buruk tentang ini. Gw jadi berandai-andai. Misal nih, gw adalah orang yang punya modal dan potensi ke bidang itu. Alasan gw buat bisnis ini adalah :
  1. Potensi pasar yang luas.
  2. Keuntungan selangit
  3. Tanpa perlu effort lebih untuk maintenance ataupun supervisi
  4. Tren masyarakat yang materialistik
  5. Pendidikan masyarakat yang tidak merata
Indonesia adalah pasar yang empuk buat industri telekomunikasi seluler. Bahkan sekarang pun anak SD pun punya hp boy ! Kemudian, asumsikan saja pengguna telepon seluler sekarang adalah 10% berarti 20juta orang. Dan andaikan dari pengguna seluler yang ikut di bisnis gw adalah 1 % saja, yaitu 2juta orang. Misalkan, 1 kali sms yang dikirim perhari tarifnya 2ribu rupiah. Pemasukan yang gw dapet adalah 2jt x 2ribu = Rp 4M perhari! Itu baru diitung perhari masing2 satu sms bos !

Sedangkan modal digunakan hanya untuk registrasi ke seluler provider dan media publikasi, yang gw rasa ga akan sebanding dengan pendapatan yang didapet. Setelah berjalan, yasudah, ga perlu ngapa2in lagi, biarkan saja berjalan, ga perlu risk response, monitor pasar, dsb, layaknya bisnis lainnya, usaha gw bisa berjalan.

Selain itu ditambah dengan pengetahuan masyarakat yang tidak merata, dan tren masyarakat yang materialistik membuat semakin laku bisnis yang menawarkan nilai komersial yang tinggi. Bayangkan saja, mainset orang yang seperti ini : gw paling cuman ngeluarin pulsa 100rb, gw yakin bs menangin kuis 'anu' yang hadiahnya dengan nominal 1juta misalkan.

Tawaran yang menarik bukan?

Dan kegusaran gw berlanjut pada akhir dari kuis ini. Gw merasa kita ga dapet bukti yang valid tentang keberadaan pemenang dari kuis ini. Ya boleh lah, dikatakan si ini menang ini, si itu menang itu, tapi dari mana kita bisa tau bahwa si ini dan si itu tu ever existed /beneran ada kan?

tulisan ini memang tidak berdasarkan fakta dan data yang akurat, melainkan cuma asumsi dan pandangan pribadi gw. Gw jg ga bermaksud menyerang siapapun. Sampai sekarang gw jg ga menyalahkan bisnis jenis ini ko, toh kenyataannya jg ga ada yang protes tuh so far. Klo ada yang tersinggung gw minta maaf. Dan klo ada yang punya pemahaman lebih, dan disertai fakta dan data yang akurat silakan saja kemukakan. Toh sampai sekarang berpendapat blom kena pajak kan?

Pesan yang pengen gw sampaikan di sini : untuk berhati2 terhadap apapun bentuk penawaran yang mengatasnamakan keuntungan financial. Karena akhir2 ini makin marak penipuan yang terjadi. Klo lo emang sedang menghadapi suatu tawaran yang menarik, jangan melihat apa yang ditawarkan, gak ada salahnya untuk mempelajari dulu dan mempertimbangkannya dengan logis apakah tawaran tersebut emang make sense ?

2 comments:

Anonymous said...

#1.

Makanya klo punya duit bwt usaha, bikin aja usaha kyk gitu ngga, menjanjikan. hueheheh.. btw, denger2 uda diFatwa haram ma MUI y?

Si Pencoret Amatir said...

Hmm... sayang gw bukan orang berduit bos irfan_^

Emang setuju gw klo itu diharamin, daripada jadi "pembodohan yang dibiarkan"