Saturday, August 18, 2007

Blue Lagoon

Saya mau berbagi cerita tentang film nih. Film ini kalau dihititung dari tahun produksinya sudah masuk ke dalam kategori film udzur. Saya pertama kali nonton di tv swasta waktu itu dini hari, dan mungkin sudah beberapa kali tayang di tv tersebut.

Ceritanya berkisar tentang aksi survival 2 orang bocah, satu cewe namanya Emmiline, satu cowo namanya Richard kalau ingatan saya tidak salah, bersama seorang Paman gendut bernama Paddy. Mereka terdampar di suatu pulau setelah selamat dari kecelakaan kapal. Paman gendut itu setelah beberapa hari bersama mereka akhirnya karena suatu hal mati dan meninggalkan mereka sendirian di pulau. Jadilah mereka dua batang kara di pulau itu..Selengkapnya sih bisa anda tonton sendiri.


Dari film ini, saya dapat beberapa pelajaran menarik

1. Suatu saat Richard bercengkrama dengan Emmiline, dia mengatakan "Andai saja saat ini saya punya buku yang isinya adalah jawaban dari seluruh pertanyaan di dunia, Maka saya akan membacanya sampai saya bisa tahu semuanya."

Nah, sebenarnya pernyataan Richard ini dipicu oleh beberapa kejadian yang tidak dia mengerti selama berada di pulau itu. Seperti misalnya, saat berada di sisi pulau yang lain, Richard tidak sengaja melihat orang-orang suku primitif yang sedang mengadakan upacara pengorbanan untuk sang Dewa. Richard menyebut mereka drum people karena mereka menggunakan musik dengan alat drum. "I dont understand why people are hurting each other, such as the drum people"

Pelajaran yang bisa saya ambil dari sini adalah, tidak semua pertanyaan di dunia ini ada jawabannya. Dalam hidup seringkali kita menemui beberapa hal yang membuat kita terheran-heran. Tapi pada perjalanannya, asal ada kemauan untuk mencari tahu, ada kemungkinan jawaban atas pertanyaan itu akan kita dapatkan dengan sendirinya baik disengaja ataupu tidak.

Contohnya dalam film ini, yaitu pada saat Emmiline akhirnya (maaf..) berhubungan intim dengan Richard. Coba anda bayangkan, darimana dua bocah polos yang dari kecil terkungkung di suatu pulau bisa mengerti pengetahuan semacam itu. Pasti mereka cari tau sendiri kan.

Setelah itu, Emmiline hamil dan melahirkan anak. Richard terheran, "Em, Why do you have a baby?". Meskipun mereka tidak pernah tau kenapa, toh bayi itu tetap mereka rawat dengan penuh kasih sayang.

Keputusan itu kemudian menimbulkan satu pertanyaan lagi. Yaitu saat sang bayi lapar. Mereka tidak tau harus berbuat apa. Pisang, ikan dan buah-buah ditolak mentah-mentah oleh sang bayi, dan bahkan itu membuat tangisannya semakin kencang. Mereka nyaris menyerah. Kemudian Em coba menggendong si bayi untuk menenangkannya, Eh tak dinyana sang bayi nemplok berimprovisasi (yah anda tau sendiri) dan jadilah dia menyusu pada sang Ibu.

Manusia itu sangat jauh dari kesempurnaan. Kalau saja kita terlahir dengan jawaban atas semua pertanyaan, ya buat apa kita hidup?? Toh ga ada lagi yang bisa kita cari??

2. Saat itu, Richard sedang menangkap ikan bersama Emmiline. Mereka bersenda gurau dan saling mengejek satu sama lain. Richard berkata, "Im the greatest fisherman in the world", setelah dia berhasil menombak seekor ikan dalam air. Tapi Emmiline menyanggahnya "while you're doin that, i'm gettin more and more fish", sambil menangkap beberapa ekor ikan yang terperangkap di air dangkal dengan tangan kosong.

Dengan nada sok bijak Richard menyahut "Its not about how much you can get, but its how you do it". Mendengar kata-kata seperti ini saya jadi ingat kata-kata temen dari teman saya di blognya. "If you cant doit, do it with style". Sama-sama menekankan pentingnya proses.

Kadang di satu sisi kehidupan, hasil bukan merupakan suatu hal yang mutlak kuadrat pangkat dua 'penting'. Yang penting adalah bagaimana cara anda menggapainya. Saya ambil contoh yang tidak begitu jauh dari kehidupan sehari-hari, misalkan saat ujian. Saya pernah mendengar beberapa orang bijak berkata "Lebih baik anda dapet nilai jelek hasil sendiri, daripada anda dapat nilai bagus tapi hasil kerjaan orang lain, apalagi kalau yang memberikan contekan tersebut hasilnya lebih jelek dari anda..".

Intinya adalah bagaimanapun hasilnya, anda harus melihat kilas balik persiapan ujian anda Apa anda sudah cukup mahir untuk menombak ikan? Kalau memang anda sudah maksimal dan belum mahir, ya anda harus tetep harus do it with style apapun hasilnya.

Tapi yang perlu diliat lagi adalah, bahwa kuliah itu untuk mencari ilmu. Sedangkan ujian adalah evaluasi yang bisa memberi tahu kita sejauh mana ilmu yang kita dapat. Kalau dalam ujian, anda nyontek, berarti yang dievaluasi adalah pemikiran orang lain dong? 

Tapi di sisi lain, pernyataan tersebut kadang tidak berlaku sepenuhnya. Kadang emang ada beberapa keadaan yang lebih menekankan hasil. Contohnya dalam film tersebut, saat mereka harus survive, apapun caranya mereka harus dapetin makanan sebanyak mungkin.

Ya... anda harus tahu tempat dan proporsi dimana itu diaplikasikan. Kedewasaan dan kebijaksanaan yang berperan. Dengan begitu, anda bakalan mengerti kapan anda menangkap ikan dengan tombak, atau dengan menggunakan jaring.