
Gw kebetulan beberapa waktu yang lalu (tepatnya sih beberapa bulan yang lalu, cuman baru sempet nulis sekarang ;P ) mengikuti seminar yang diadakan oleh sistem bisnis kontroversial terkemuka di Indonesia. Tanpa bermaksud menyerang atau menjatuhkan, menurut gw acara ini yang notabene disebut sebagai seminar lebih mirip ajang pamer dan propaganda saja.
Gw liat dengan kepala gw sendiri, euforia di dalam acara sangat luar biasa, mengingat sebagian besar peserta adalah pelaku bisnis kalangan mereka sendiri ataupun yang baru saja bergabung. Mereka seperti larut dalam hingar bingar materialisme. Layaknya sebuah ritual, mereka berjoget2, bertepuk tangan seperti tak sadarkan diri diiringi alunan musik dugem yang memekakkan telinga.
Dari total 5 jam acara, gw liat sebagian besar acaranya adalah pemberian penghargaan kepada pelaku bisnis mereka sendiri dengan meminta mereka berarak di panggung. Selebihnya hanya berupa iklan, promosi, dan pengumuman reward hadiah bagi pelaku bisnis yang berprestasi versi mereka. Nah, di sesi inilah gw mencium adanya kecenderungan untuk pamer dan mungkin... propaganda bagi yang belum bergabung di dalam gedung itu. Sori no offense, mungkin bagi yang ilmunya pas2an bakal gampang terpengaruh.
Dan herannya, di antara hadirin saat itu, cuman gw dan temen gw yang emang sedari semula ga niat ikutan, yang ga nikmatin acara tersebut. Udah ga niat, duduknya didepan Loudspeaker pula. Kebayang kan seperti apa malesnya gw saat itu??
Terlepas dari itu, gw pengen menyoroti sisi positif acara ini. Di satu sesi utama, saat acara seminar yang diisi pembicara yang sudah terkenal di kalangan mereka, gw awalnya bersikap apatis, cuek dan males mendengarkan. Ahh... paling2 isinya ga jauh dari sesi acara sebelumnya.
Tapi, setelah sedikit demi sedikit mendengarkan, gw akhirnya tertarik juga lantaran isinya yang cukup menarik. Ada banyak poin yang bisa diambil dari situ. Diantaranya yang bisa gw petik adalah tentang visi hidup seseorang. Dia terus meyakinkan, bahwa kita harus mempunyai visi yang jauh. Orang hidup harus mempunyai impian. Sekalipun jauh, dengan impian, orang akan lebih termotivasi dan lebih terfokus terhadap apa yang dikejarnya.
Itulah sedikit alasan yang bisa menjelaskan perilaku pelaku bisnis ini yang luar biasa kuat effortnya dalam menjalankan bisnis ini. Contoh lah, temen gw bisa ngrela2in pergi jauh, malem2, dingin, hujan pula demi bertemu "client" yang belum tentu memberi respon baik. Mungkin itu yang bisa gw tiru kali ya. Bukan bisnisnya, tapi gimana gw bisa meniru aspek mental mereka dalam menjalankan bisnis itu. Yato??
Once Again, No Offense Mate. Cuman nyeritain apa yang gw rasain waktu itu. Peace V^_^


No comments:
Post a Comment